Rabu, 11 Maret 2015

Orang kaya yang bersyukur



Orang kaya adalah orang yg Allah Azza wa Jalla berikan apa-apa yg ia tidak butuh lagi kpd selainnya dari berupa harta benda, ilmu, kedudukan atau selain dari itu, walaupun kebanyakan istilah yg di gunakan untuk orang kaya adalah : orang yg di berikan oleh Allah Azza wa Jalla harta yg dengannya ia tidak butuh lagi kpd selainnya.
Allah Azza wa Jalla menguji hamba-hamba-Nya dengan harta ini yakni dengan kefaqiran dan kekayaan, diantara manusia ada yg seandainya Allah berikan harta atau kekayaan kpdnya maka harta atau kekayaan itu akan merusak dan membinasakannya, juga di antara manusia ada yg kalau Allah Azza wa Jalla mengujinya dengan kefaqiran maka kefaqiran itu akan membinasakannya, maka Allah Azza wa Jalla memberikan pada setiap Makhluk-Nya sesuai dengan ketentuan hikmah, Allah Azza wa Jalla berfirman :
﴿ كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.QS.al Anbiya ; 35
Apabila Allah Azza wa Jalla memberikan Hamba-hamba-Nya harta, maka hal ini terbagi menjadi dua keadaan :
1.      Orang yg Allah berikan harta kepd mereka namun mereka peroleh dengan jalan haram seperti, Pelaku riba, berdusta, menipu dalam jual beli dan orang yg memakan harta orang lain dengan cara yg bathil dan selain dari itu, maka jenis yg seperti in kekayaannya tidak bermanfaat untuknya dia hanya kaya didunia saja, padahal hakekatnya faqir-wal’iyadzubillah- didunia dan Akhirat.
Dimana sesuatu yg masuk kepdnya dari jalan yg seperti ini kelak dia akan diadzab pada hari kiamat, dan yg paling besar adalah riba,Allah  Azza wa Jalla berfirman dalam al Qur’an :
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu ; dan urusannya kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.QS.al Baqarah ; 275
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. ۝ Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.QS.al Baqarah : 278-279
2.      Diantara orang-orang kaya ada yg Allah berikan kekayaan namun ia peroleh dengan cara yg halal seperti : jual beli dengan menerangkan dan menjelaskan serta jujur dan menasehati, dan dia tidak berusaha kecuali dengan cara yg halal, maka orang yg seperti ini kekayaannya bermanfaat untuknya, di karnakan kebanyakan orang yg seperti ini keadaannya Allah beri taufiq padanya untuk menggunakan kenikmtan tersebut  pada apa-apa yg memberikan manfaat untuknya di dunia dan akhirat.
Maka inilah orang kaya yg bersyukur yg mengambil mempeoleh harta dengan cara yg hak, dan menggunakannya pada haknya yg Allah Syareatkan untuknya.
Maka hendaknya atas seorang Mu’min apabila Allah melapangkannya dengan kekayaan hendaknya ia bersyukur kpd Allah selalu melaksanakan apa-apa yg wajib atasnya dari mengeluarkan harta pada haknya yg telah diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla.
وصلى الله على نبينا محممد وعلى آله وسلم
Muhammad Rifqy Bin Junaidy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar